Pelajaran Hidup

    Dunia selalu terasa tidak adil bagi siapapun, sirana harapan yang tertaman dalam hati seakan memutuskan cita yang dijunjung tinggi. Adakalanya aku hanya bisa diam termenung dalam sepi, adakalanya aku berontak bagai singa yang diganggu pemburu. Hidup selalu mengarahkan kita pada sebuah tingkat, tanpa sadar kerasnya dunia membawa sejuta makna yang tak pernah terfikirkan sebelumnya. Tapi tetap saja, bagiku keadilan selalu tidak memihak. Aku yang bertahun-tahun lamanya berjuang tak sedikitpun pernah dipandang. Bukan karena aku merasa hebat, tetapi segudang harapan sirna karena ketidak cocokan. Aku juga manusia, mengeluh dan menggerutu adalah hal yang biasa.

    Heran, kenapa kretifitas ini selalu dibatasi. Kenapa objek untuk meluangkan kekesalan selalu tertuju padaku. Bahkan segelintir omongan dijadi-jadikan agar terkesan selalu membuat kesalahan. Sudahlah, aku muak dengan semua ini. Muak dengan semua omongan manis yang terucap tapi pahit tedengar. jikalah tenaga dan fikiran ini tidak lagi dibutuhkan, aku rasa akan lebih baik jika aku dipulangkan. Dan jikalah kehadiranku hanya membawa beban, aku rasa akan lebih baik jika aku dikeluarkan.

    
Semakin hari semakin menjadi, tapi aku tetap berdiri. Prinsipnya sama, ketika kebenaran dijunjung maka keadilan takkan pergi, asalkan sabar selalu dijalani. Hari-hari pun terus saja berlalu, meninggalkan semu dan sejuta pilu. Tapi hidup terus berjalan, biarlah semua itu menjadi guru terbaikmu yang akan menunjukkan kemana arah langkah kakimu dipijakkan.


Komentar

Postingan Populer