Episode Pagi
Pagi ini langit berwarna
jingga, sebuah pertanda kalau hari ini dia sedang menderita. Butiran tangisnya
perlahan turun membasahi bumi ini, menurunkan berkah yang dapat merubah
kehidupan. Gemuruhnya berisik bagai larikan bait yang terdengar ditengan
teriakan. Disisi lain itu, dia sedang
berusaha melawan perasaannya. Mencoba menguatkan dirinya sendiri agar tidak
mudah terbawa keadaan. Memang hatinya lemah mudah tergoyah, sedikit saja ada
sesuatu yang membuatnya tidak enak maka dia akan diam selama itu perlu untuk
ketenangannya.
Tentu saja dia kesal, sudah beberapa kali mencoba menahan amarah yang tak pernah ia luapkan. Padahal ini bukan kali pertamanya bertingkah seperti itu, sudah kesekian kalinnya. Sudah lama dia menunggu kedatangan para santri yang seharusnya mengerti kalau ini sudah waktunya mengaji. Tapi mereka belum juga datang, risi mulai memenuhi hati, membuatnya penasaran apa yang sedang mereka lakukan.
Akhirnya dia mencoba mengecek ke asrama, kaget ketika melihat mereka masih terbaring diatas ranjang yang memang menggoda untuk ditiduri itu. Amarah masih bisa dia kontrol dengan sontak membangunkan mereka. Tidak butuh waktu lama sampai mereka berdiri dan sadar harus segera pergi ke kamar mandi.

Komentar
Posting Komentar