02 April 2014
Apakah rasamu sama dengan rasaku? Ataukah rasa ini
hanya sebatas berharap? Tak ada niat untuk melepaskanmu, ku coba terima jika
pergi itu keinginanmu. Berjalan dan terus berjalan seorang diri melewati setiap
hari yang pengap tanpa arti, tanpamu. Kini ku tahu arti sepi, kini ku tahu arti
kesendirian tanpamu, semuanya ternyata menyiksa. Kadang aku tak mengerti dengan
apa yang aku lakukan, puaskah aku dengan hanya menatapmu tanpa memiliki?
Matahari itu jauh, terlihat jauh, sama seperti hatimu dengan hatiku. Jauh tak
bisa Bersama.
Aku tak tahan jika tak menatap langit mencoba membayangkan indahnya wajahmu yang tersinari terangnya matahari. Salahkah aku bersikap? Ataukah keadaan yang membuatku kehilangan dirimu? Andai hidup mempertemukan Kembali kita kelak, maukah engkau menggenggam tanganku memberikan pelukan hangat? Dan aku berandai membayangkan bahwa suatu saat kelak aku bisa memiliki dirimu seutuhnya. Dalam mimpi engkau tertawa, tersenyum, bertutur dalam Bahasa manjamu padauk. Sayang itu semua hanya dalam mimpi. Menatap senyum dalam wajahmu menyadari bahwa aku tak harus kehilanganmu.
Malam ini aku bermimpi lagi, memimpikan dirimu, memimpikan saat-saat kita Bersama dulu. Bantu aku dari jeratan cintamu, Cinta palsu yang kau berikan padaku. Aku benci harus terpuruk begini, berteman baik dengan kesepian. Aku Lelah, Lelah menunggu engkau memberikan hati untukku. Biarkan aku memilih jalanku, dan ku biarkan engkau memilih jalanmu tanpa denganku.
Komentar
Posting Komentar