08 Maret 2014

Kini aku membisu, terdiam dan terpaku sendiri menatap langit malam yang sepi. Disini aku menanti sebuah tatapan yang hanya menatap sebuah alunan sepi yang ku miliki. Diri ini telah lama berdiri sendiri menanti jawaban sepi itu. Biarlah kesendirian ini menjadi sebuah hiasan di langit malam, pilu ini menjadi cahaya di ruang yang gelap. Kadang tersenyum, kadang menangis, dan Ketika diri ini terdiam, maka disitu aku mengingatmu. Berharap merasakan apa yang tidak ku rasakan pada dirimu. Berusaha tetap tegar dibalik tangisanku ini. Mencoba mengubur sisa-sisa ingatan yang nyata hampa.

Namun terkadang semua terukir dilubuk hati yang paling dalam. Kosong dan hampa hati ini tanpa dirimu, yang kurasa hanya sakit karena luka. Aku hanya mencoba mencintaimu sepenuh hati, tapi kini engakau tinggalkan aku pergi menyisakan sakit dan luka. Aku menganggapmu Cinta, dan engkau menganggapku sampah lalu membuangku. Dan kini aku pun tak tahu harus bagaimana agar kamu mencoba Kembali. Engkau pergi begitu saja meninggalkan seribu tanya untuku. Aku kadang masih belum bisa terima menyadari engkau pergi dariku.

Komentar

Postingan Populer